KPU Lebak berguru Ke KPU Buleleng Bali, Antisipasi Calon Tunggal

KPU LEBAK – Kunjungan kerja KPU Kabupaten Lebak ke KPU Kabupaten Buleleng, Bali selama tiga hari mendapatkan ilmu dan pengalaman tentang pelaksanaan Pilkada dan menjadi barometer keberhasilan pilkada Lebak. Dimana Pilkada Kabupaten Buleleng dinilai berhasil dalam pelaksanaan pilkada yang awalnya ditetapkan dengan calon tunggal. Namun, pada akhirnya ada dua calon pasangan Pilkada yang merupakan hasil keputusan PTUN dari gugatan salahsatu calon independen yang awalnya ditolak KPU Buleleng karena persyaratan yang tidak memenuhi syarat.

Ketua KPU Kabupaten Lebak Ahmad Syarif menerangkan, daftar pemilih tetap (DPT) Kabupaten Buleleng sebanyak 583,381 yang tersebar di sembilan kecamatan dan 148 Desa. Tahapan Pilkada Buleleng dimulai 2016 dengan dua calon yakni pasangan Putu agus suradnyana – I Nyoman Sutjidra yang diusung tiga partai politik dan pasangan Dewa Nyoman Sukrawan – I Gede Dharma Wijaya dari calon perseorangan (independen-red). Namun, saat dilakukan verifikasi faktual paslon dari Indevenden persyaratan dukungan sebanyak 40283 dukungan hanya terkumpul dan memenuhi syarat 18685 dukungan.

“Karena jumlah dukungan kurang 21598, maka kami meminta melakukan perbaikan, nah dalam perbaikan tersebut hasil akhirnya dukungan indevenden masih kurang 47 dukungan yang apada akhirnya diputuskan dan ditetapkan calon tunggal,” kata Ahmad Syarifudin.

Lanjutnya, tahapan Pilkada terus dilanjutkan walaupun dengan satu pasangan calon dan gugatan ke PTUN dilakukan oleh paslon indevenden. Akhirnya putusan KPU yang membatalkan penconan dari paslon indevenden dibatalkan setelah kaluar putusan dari PTUN yang meloloskannya tanpa harus diferivikasi ulang.

“Ini yang menjadi catatan kita PTUN membatalkan keputusan KPU Buleleng dan  meloloskan gugatan calon indevenden meski kurang 47 dukungan. Karena, itu bisa menimbulkan masalah dan gugatan kembali jika pilkada dimenangkan pihak paslon Indevenden,” ungkap Syafarudin.

Lanjutnya, kondusifitas pilkada Kabupaten Buleleng selain karena kesadaran masyarakatnya, juga kerjakeras KPU serta petugas keamanan baik TNI dan Polri.

“Memang Pilkada mereka bukan tidak ada bintik-bintik kerusuhan, tapi tindakan sigap dan pendekatan Polri dan TNI terhadap masyarakat menjadi titik penting sukesesnya pelaksanaan pilkada,” ujarnya.

Wakil Ketua DPRD Lebak Yogi Rogmat yang ikut dalam kunker KPU Lebak Ke Buleleng menyatakan, pilkada Kabupaten Buleleng jika dilihat sangat melelahkan dengan permasalahan yang ada. Karena, waktu pelaksanaannya, aturan terkait tahapan dan kampanye calon tunggal belum jelas waktu itu.

“Kami harap kunjungan KPU Lebak ini bisa bermanfaat, karena Kabupaten Lebak berpotensi pilkada tunggal,” ucapnya. [fad]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *